My principal…

November 29th, 2008 by kq-arta

“Let it flow… then Let God show…”

Aamiiinn Ya Allah…

November 29th, 2008 by kq-arta

Rabbi dzawidjnii Ma’a almar’atuu shalihhah… Wa husnu suratun wa kalbuhu… Aamiinnn… Aamiiinn… Aamiiinn… Ya Allah…

Alhamdulillah…

November 27th, 2008 by kq-arta

“Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginanmu sendiri…  Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang kau inginkan…”

Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai bagian dari umatmu yang “minoritas”, Aamiinnn…

Faith, Hope & Love…

November 11th, 2008 by kq-arta

“Faith makes all things possible…”

“Hope makes all things work…”

“Love makes all things beautiful…”

mmhh…. still waiting the last one from somewhere out there… ;p hehehe…

Allahumma sholli ‘ala Muhammad… sedih, bergetar, Subhanallah.. :’(((

September 17th, 2008 by kq-arta

AIRMATA RASULULLAH SAW…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya

masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan

badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan

bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”

tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan

pandangan yang menggetarkan.


Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.


“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang

memisahkan pertemuan di dunia.

Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan

tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan

kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.


Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit

dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya Rasululllah

dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

“Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh

kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi.

“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah

berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat

Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh

Rasulullah ditarik.


Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya

menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya

menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.


“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”

Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata

Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak

tertahankan lagi.


“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini

kepadaku, jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera

mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku”

“peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”



Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan

telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.


“Ummatii,ummatii,ummatiii?” - “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


Life is wonderful…

August 5th, 2008 by kq-arta

Suatu hari seorang pelajar pulang ke
rumah dengan lesu. Pasalnya pagi ini ia
mengalami banyak kejadian dan berita
tidak menyenangkan; sang pacar
memutuskan cinta, sahabat karib akan
melanjutkan pendidikan ke luar negri,
hasil ujian mengecewakan, dan
permohonan beasiswa ditolak. Ia
melangkah pulang dengan perasaan sedih,
kecewa, bingung, kacau, dan berbagai
perasaan tak enak lainnya

Sesampainya di rumah dengan wajah masih
muram durja, ia membuka pintu dan
melangkah masuk tak bersemangat. Sang
ibu yang kebetulan sedang membuat kue
segera menyambut dengan wajah berseri.
Tetapi wajah pelajar itu masih
muram. "Apa yang terjadi, Nak?" tanya
sang ibu khawatir.

Anak muda itu menjelaskan semua
peristiwa dan berita buruk yang ia
dapatkan di sekolah pagi ini. Sang ibu
ikut prihatin dengan semua yang menimpa
anaknya, tetapi tidak ia tampakkan.
Sang ibu tahu apa yang harus ia
lakukan. Ia segera menawarkan kue yang
baru saja matang. "Mau makan kue buatan
Ibu ini?" tawar sang ibu sambil membawa
kue cantik berbau harum.

"Pasti Bu. Saya paling suka kue buatan
Ibu, pasti enak!" sahut pelajar itu
Setelah pelajar tadi mencicipi kue,
sang ibu segera menawarkan telur, "Mau
makan telur mentah ini?"
"Tidak! Bu," jawab anaknya tersenyum
geli.
"Bagaimana kalau makan tepung ini
saja?" tanya sang ibu penuh semangat.
"Tidak ah Bu. Ada-ada saja ibu ini,"
cetus anaknya enteng.
"Kalau begitu, cicipi saja mentega atau
soda kue ini. Bagaimana?" kata sang ibu
serius.
"Bu, mana mungkin saya makan semua
bahan kue yang masih mentah itu.

Kan

semua itu tidak enak dimakan. Sangat
menjijikkan!" pungkas sang anak,
diikuti dengan senyum sayang sang ibu.

Setelah mengambil nafas dalam, sang ibu
berusaha memberi pengertian kepada
anaknya. Ia berharap penjelasannya
nanti akan membesarkan hati dan
menjadikan anaknya mampu tersenyum
kembali. Ah ibu, memang selalu begitu.

"Anakku, semua bahan kue ini memang
masih mentah dan pasti tidak enak kalau
dimakan satu persatu. Tetapi kalau
digabungkan menjadi satu dengan takaran
yang tepat, kemudian diolah dengan
proses yang benar hingga matang, pasti
akan menjadi sebuah hidangan kue yang
lezat," jelas sang ibu dengan analogi
membuat kue.
"Sama seperti kehidupan ini, kita tidak
mungkin dapat menikmatinya hanya dengan
sepotong-sepotong kejadian. Sebab
kehidupan adalah sebuah paket yang
sempurna, penuh dengan bermacam
peristiwa berasa manis, pahit, suka,
duka, sukses, gagal, jatuh dan bangun,
pertemuan, perpisahan, kelahiran,
kematian, dan lain sebagainya. Jika
kita menilai semua peristiwa itu secara
proporsional, kemudian menyikapinya
dengan pikiran positif, keikhlasan, dan
hati penuh syukur terhadap Tuhan YME,
maka kita pasti selalu merasakan sisi
positif kehidupan ini. Life is
Wonderful – Kehidupan ini sangat
indah!" lanjut sang ibu menyentuh hati.

Kehidupan ini memang penuh dengan
ujian, tantangan, suka, duka, sukses,
gagal, bahagia, menderita dan lain
sebagainya. Semua itu adalah proses
yang tak pernah dapat kita hindari dan
berulang lagi. Kejadian yang
menyenangkan adalah berkah supaya kita
lebih bersyukur terhadap Tuhan YME.
Sementara bila kita mengalami kejadian
yang kurang menyenangkan itu adalah
pembelajaran agar kita semakin
mempertebal keimanan terhadap Tuhan
YME.

Bila kita menyikapi semua fenomena
tersebut sebagai jalan untuk
memperbaiki kualitas kita sebagai
manusia, maka setiap kejadian yang kita
alami justru menjadi peluang untuk
mendapat manfaat sebesar-besarnya.
Hidup hanya sekali dan sangat singkat,
sehingga jangan pernah biarkan waktu
kita habis sia-sia. Tentukan pola
kehidupan dengan lebih bijaksana dan
melakukan yang terbaik untuk diri,
keluarga dan orang lain. Let go, let
God. Hidup ini sangat indah!

love,
Cherr






Luv…

June 18th, 2008 by kq-arta

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta
membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam.
Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada
kemusnahan.

~ Mahatma Ghandi

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu
tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia
tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan
sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan
kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal
dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada
pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu
sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah
sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana
berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan
mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan
melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

-Hamka


Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia
laksana setetes embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah
yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah
oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan
lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di
sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan
lain-lain perangai yang terpuji.

~ Hamka


Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut
agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain
tanpa mengharapkan balasan.

Dale Carnagie


Cinta sederhana…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

~ S.D.Damono

Hidup tanpa cinta, Bagai taman tak berbunga.

~Raden Haji Oma Irama "Kata
Pujangga"

mmhh…

March 7th, 2008 by kq-arta

"Kita menjadi Bijaksana bukan karena kepingan masa lalu tapi bagaimana kita menapaki "Masa Depan""

“Bintang”

January 10th, 2008 by kq-arta

                Kan kuabaikan, segala hasratku…

Agar kaupun tenang dengannya…

Kupertaruhkan, semua ragaku demi dirimu bintang…

Biarkan ku menggapaimu…, memelukmu…, memanjakanmu…,

Tidurlah kau dipelukku…, dipelukku…, dipelukku…

Biar ku pendam, segala hasratku…

Tuk miliki dirimu…

Karena semua, telah tersiratkan…

Dirimu kan milikku…

Biarkan ku menggapaimu…, memelukmu…, memanjakanmu…,

Biarlah kau di pelukku…, dipelukku…, dipelukku…

Biarkan ku menggapaimu…, memelukmu…, memanjakanmu…,

Tidurlah kau dipelukku…, dipelukku…, dipelukku…

Hingga kau mimpikan aku, mimpikan kita, mimpikan kita,

Jangan pernah kau terjaga dari tidurmu, dipelukkanku…

Oo… Oo… Oo… dipelukkanku…

Oo… Oo… Oo… dipelukkanku…

by : Anima

Stars…

January 7th, 2008 by kq-arta

       Bagussss bggtttttt!!! Barusan gw nonton film Indo, nyewa gitu… yang main Bunga Citra L, judulnya “Kangen”… bukan apa2, nich film banyak banget “bintang2nya”. Gw ga tau, kenapa gw suka banget sama benda yang namanya bintang.

       Dari kecil gw suka banget ngeliat’in langit malam2, cuma untuk nyari kerlipnya bintang… kaya’nya kalau udah ketemu, walaupun cuma satu.. (Jakarta hari gini udah bakalan susah banget nemu bintang malam2).. gw pasti yang bakalan betah bgt nongkrong’in, meskipun digigit’in nyamuk… hihihi… Sampai2 karena pengennya ngeliat bintang, gw pernah nempel’in kamar gw, sama tempelan hologram bintang, jadi pas lampunya mati, gw bisa liat bintang… aneh ya… (bodo’ loe mau bilang apa… :p)… hihihi…

       Bahkan nich sampai sekarang, gw masih berusaha hunting tempat dimana gw bisa nikmat’in bintang malam2… jadi kalo gw stress bgt, gw tinggal kesana… Tapi sayang, gw blm ketemu tempatnya dijkt, yang ada cuma planetarium.. malas banget khan… masa mau liat bintang, harus bayar karcis dulu… :p :D Ini juga salah satu alasan, kenapa gw suka hiking ke alam bebas, terutama kemah… U know why.. :p mmhh… I really miss “stars”.. L