Life is wonderful…
Suatu hari seorang pelajar pulang ke
rumah dengan lesu. Pasalnya pagi ini ia
mengalami banyak kejadian dan berita
tidak menyenangkan; sang pacar
memutuskan cinta, sahabat karib akan
melanjutkan pendidikan ke luar negri,
hasil ujian mengecewakan, dan
permohonan beasiswa ditolak. Ia
melangkah pulang dengan perasaan sedih,
kecewa, bingung, kacau, dan berbagai
perasaan tak enak lainnya
Sesampainya di rumah dengan wajah masih
muram durja, ia membuka pintu dan
melangkah masuk tak bersemangat. Sang
ibu yang kebetulan sedang membuat kue
segera menyambut dengan wajah berseri.
Tetapi wajah pelajar itu masih
muram. "Apa yang terjadi, Nak?" tanya
sang ibu khawatir.
Anak muda itu menjelaskan semua
peristiwa dan berita buruk yang ia
dapatkan di sekolah pagi ini. Sang ibu
ikut prihatin dengan semua yang menimpa
anaknya, tetapi tidak ia tampakkan.
Sang ibu tahu apa yang harus ia
lakukan. Ia segera menawarkan kue yang
baru saja matang. "Mau makan kue buatan
Ibu ini?" tawar sang ibu sambil membawa
kue cantik berbau harum.
"Pasti Bu. Saya paling suka kue buatan Kan
semua itu tidak enak dimakan. Sangat
Ibu, pasti enak!" sahut pelajar itu
Setelah pelajar tadi mencicipi kue,
sang ibu segera menawarkan telur, "Mau
makan telur mentah ini?"
"Tidak! Bu," jawab anaknya tersenyum
geli.
"Bagaimana kalau makan tepung ini
saja?" tanya sang ibu penuh semangat.
"Tidak ah Bu. Ada-ada saja ibu ini,"
cetus anaknya enteng.
"Kalau begitu, cicipi saja mentega atau
soda kue ini. Bagaimana?" kata sang ibu
serius.
"Bu, mana mungkin saya makan semua
bahan kue yang masih mentah itu.
menjijikkan!" pungkas sang anak,
diikuti dengan senyum sayang sang ibu.
berusaha memberi pengertian kepada
anaknya. Ia berharap penjelasannya
nanti akan membesarkan hati dan
menjadikan anaknya mampu tersenyum
kembali. Ah ibu, memang selalu begitu.
"Anakku, semua bahan kue ini memang
masih mentah dan pasti tidak enak kalau
dimakan satu persatu. Tetapi kalau
digabungkan menjadi satu dengan takaran
yang tepat, kemudian diolah dengan
proses yang benar hingga matang, pasti
akan menjadi sebuah hidangan kue yang
lezat," jelas sang ibu dengan analogi
membuat kue.
"Sama seperti kehidupan ini, kita tidak
mungkin dapat menikmatinya hanya dengan
sepotong-sepotong kejadian. Sebab
kehidupan adalah sebuah paket yang
sempurna, penuh dengan bermacam
peristiwa berasa manis, pahit, suka,
duka, sukses, gagal, jatuh dan bangun,
pertemuan, perpisahan, kelahiran,
kematian, dan lain sebagainya. Jika
kita menilai semua peristiwa itu secara
proporsional, kemudian menyikapinya
dengan pikiran positif, keikhlasan, dan
hati penuh syukur terhadap Tuhan YME,
maka kita pasti selalu merasakan sisi
positif kehidupan ini. Life is
Wonderful – Kehidupan ini sangat
indah!" lanjut sang ibu menyentuh hati.
Kehidupan ini memang penuh dengan
ujian, tantangan, suka, duka, sukses,
gagal, bahagia, menderita dan lain
sebagainya. Semua itu adalah proses
yang tak pernah dapat kita hindari dan
berulang lagi. Kejadian yang
menyenangkan adalah berkah supaya kita
lebih bersyukur terhadap Tuhan YME.
Sementara bila kita mengalami kejadian
yang kurang menyenangkan itu adalah
pembelajaran agar kita semakin
mempertebal keimanan terhadap Tuhan
YME.
Bila kita menyikapi semua fenomena
tersebut sebagai jalan untuk
memperbaiki kualitas kita sebagai
manusia, maka setiap kejadian yang kita
alami justru menjadi peluang untuk
mendapat manfaat sebesar-besarnya.
Hidup hanya sekali dan sangat singkat,
sehingga jangan pernah biarkan waktu
kita habis sia-sia. Tentukan pola
kehidupan dengan lebih bijaksana dan
melakukan yang terbaik untuk diri,
keluarga dan orang lain. Let go, let
God. Hidup ini sangat indah!
love,
Cherr
September 15th, 2008 at 10:49 pm
I absolutely agree with you, Cherr…
There are times when we’re sad and down, it is natural ’cause we’re only human. Just Let Go…Let GOD. Nice …